IKHLAS BERAMAL

PEMBINAAN PELAPORAN ON LINE BOSDA MADIN


Kab. Lamongan (PD. Pontren) — Sudah menjadi keharusan bagi semua lembaga pendidian untuk bisa menguasai teknologi informasi. Jika lembaga pendidikan tak tekecuali madrasah diniyah ingin bergerak lebih cepat berkembang dan maju, maka salah satu syaratnya lebih mengakrabi teknologi informasi.

Untuk menjawab kebutuhan teknologi informasi yang terus berkembang, khususnya bagi Lembaga Madrasah Diniyah, Dinas Pendidikan Kabupetan Lamongan melalui Kabid Perencanaan dan Evaluasi, Sunah menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Pelaporan Bosda Madin secara Online, di Aula Pontren Darunnajah Sukorame, Senin (23/11).

Dalam laporannya, Sun’ah menyatakan bahwa kegiatan ini sengaja mengundang para Kepala Madrasah Diniyah (Madin) di wilayah Kecamatan Sukorame guna mensosialisasikan sistem pelaporan Bantuan Operasional Daerah (Bosda) Madin dengan cara online. Dengan sistem ini, maka pelaporan secara berkala dapat berjalan secara cepat dan tepat.

Menurut Kakankemenag Lamongan, H. Leksono, saat membuka acara mengatakan, saat ini pemerintah telah banyak melakukan monitoring dan evaluasi kinerja, diantaranya melalui sistem online terhadap penerima bantuan operasional. “Dengan sistem ini, diharapkan para pengelola lembaga pendidikan mampu memberikan laporan yang valid dan bisa segera dievaluasi,” katanya dihadapan puluhan Kepala Madin.

Sistem ini, menurut Kasi PD. Pontren, H. Abdul Karim, diharapkan mampu meningkatkan kinerja para pengelola lembaga pendidikan dalam proses pelaporan. Sehingga muncul sikap kepatuhan dalam pelaporan dengan menggunakan aplikasi modern. (yit)

KKG MGMP KEMENAG GELAR WORKSHOP PENGELOLAAN JABATAN



Kab. Lamongan (Inmas) — Publik pasti memahami, bahwa guru memiliki peran yang sangat penting untuk mencetak generasi yang handal. Guru tidak saja berperan sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, penilai, pelatih maupun pengarah saja. Namun lebih dari itu, sebagai pendidik profesional, guru harus mampu mengevaluasi anak didik sesuia dengan standar kekinian.

Apalagi bagi guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala madrasah, tentu bisa dipastikan memiliki beban yang cukup berat. Atas dasar inilah, menurut Ketua KKG MGMP Kemenag Lamongan, Mahfudh Rodhi, perlu digelar Workshop Pengelolaan Jabatan Kepala Madrasah, Wakil Kepala, Kepala Lab, Kepala Perpustakaan, Wali Kelas dan Penilaian Kinerja di Gedung Aqila, Deket, Selasa (17/11).

“Digelarnya workshop yang berlangsung dua hari ini tiada lain memiliki tujuan, pertama, meningkatkan kompetensi profesi guru terkait dengan jabatan jugas tambahan yang diterimanya. Kedua, untuk memenuhi kebutuhan Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan Penilaian Keprofesian Berkelanjutan (PKB),” kata mantan guru MAN Lamongan ini.

Menurut Kakankemenag Lamongan, H. Leksono, terkait dengan tugas tambahan, dapat dilihat pada Permendiknas No 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/Madrasah.

“Dalam regulasi pemerintah dikatakan, sertifikat yang telah dimiliki kepala madrasah merupakan bukti formal sebagai pengakuan bagi guru bahwa yang bersangkutan telah memenuhi kualifikasi dan kompetensi untuk mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah,” katanya dihadapan 380 guru, saat membuka acara tersebut.

Untuk menjadi guru yang diberi tugas tambahan Kepala Madrasah, menurutnya harus memenuhi persyaratan antara lain ; memiliki kualifikasi akademik paling rendah sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) kependidikan atau nonkependidikan perguruan tinggi yang terakreditasi. Guru tersebut juga tidak pernah dikenakan hukuman disiplin sedang dan/atau berat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, harus memiliki sertifikat pendidik. (yit)

RAKOR UPDATING DATA EMIS DIHADIRI OPERATOR



Kab. Lamongan (Inmas)—Hari kedua rapat koordinasi Sistem Informasi Pendidikan Islam yang diselenggarakan Kasi Penma Kemenag Lamongan, H. Banjir Sidomulyo tetap berjalan sesuai rencana. Kegiatan Rakor yang berlangsung selama dua hari ini tidak menyurutkan minat para operator RA dan madrasah yang datang dari berbagai wilayah.

Di hari kedua ratusan operator masih fokus dan tetap serius mendengarkan arahan dari petugas Kanwil Kemenag Jawa Timur, Aris Sugiantoro di gedung FKGP Tambakboyo, Tikung, Sabtu (14/11). Mereka menyadari sepenuhnya tentang pentingya data EMIS. Keberadaan data ini merupakan ruh dari komponen lembaga pendidikan.

Menurut Aris, data yang harus di-update- oleh operator antara lain, sarana prasarana, jumlah guru, siswa dan yang terkait dengan kelembagaan pendidikan. Update data ini sangat penting dilakukan sebagai salah satu acuan untuk pengajuan bantun ke pemerintah. Porsi bantuan disesuaikan dengan tingkat kevalidan dan keabsahan data yang dimiliki lembaga pendidikan.

“Jumlah lembaga pendidikan di Kabupaten Lamongan dari tingkat RA hingga madrasah aliyah yang berjumlah Sembilan ratus lebih tentu harus menjadi perhatian tersendiri. Karena itu, operator lembaga pendidikan dalam mengentri data harus hati-hati jangan sampai terjadi kesalahan. Sebab hal itu berdampak pada bantuan yang akan diperoleh lembaga tersebut, baik menyangkut BOP, BOS, TFG atau lainnya.” ujar Hariyadi, petugas Penma Kemenag Lamongan. (yit)

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.